Kadisdik Purwakarta Dorong Guru Kampanyekan Makan Bergizi Gratis di Setiap Kecamatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- visibility 30
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PURWAKARTA- jarakmedia.id — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, S.Pd., M.Pd., mendorong para guru untuk turut mengkampanyekan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mendukung kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Sadiyah dalam sambutannya pada kegiatan Konferensi Kerja (Konker) I PGRI Cabang Plered. Ia menyinggung keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap kecamatan, termasuk di Kecamatan Plered.
Menurut Sadiyah, aktivitas guru sangat padat. Selain menjalankan tugas sebagai pendidik di sekolah, para guru juga memiliki tanggung jawab sebagai orang tua di lingkungan keluarga.
“Melihat aktivitas guru-guru di masing-masing kecamatan, tentunya mereka seperti Wonder Woman. Aktivitas guru begitu sibuk, di rumah sebagai orang tua dan di sekolah sebagai pengajar. Mereka adalah pahlawan,” ujar Sadiyah.
Ia menilai kehadiran program MBG dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik. Dengan terpenuhinya asupan makanan bergizi, diharapkan kondisi kesehatan anak semakin baik sehingga dapat menunjang aktivitas mereka dalam mengikuti pembelajaran.
“Dengan adanya makan bergizi gratis ini, anak didiknya menjadi sehat. Untuk itu, mari bangkit di Instagram bagi guru-guru Plered untuk mengkampanyekan makan bergizi gratis,” katanya.
Sadiyah juga mengajak para guru untuk melihat program MBG secara positif. Menurutnya, keberadaan program tersebut patut disyukuri karena dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi siswa, tetapi juga mendukung lingkungan pendidikan secara keseluruhan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa apabila ditemukan adanya kendala atau kelemahan dalam pelaksanaan MBG, pihak sekolah tidak perlu mengambil langkah sendiri. Koordinasi dan integrasi dengan pihak SPPG menjadi hal penting untuk memastikan program berjalan dengan baik.
“Kalau ada kelemahan di internal MBG, kita pihak sekolah harus cerdas berintegrasi dan berkoordinasi dengan pihak MBG,” tegasnya.
Dengan sinergi antara sekolah, guru dan pengelola SPPG, program MBG diharapkan dapat terlaksana secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan kualitas belajar peserta didik di Kabupaten Purwakarta.*** Anto
Editor : Syarip Hidayat
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar