Bupati Karawang Usulkan Pembangunan Underpass 6 Titik Rawan Kecelakaan dan Kemacetan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- visibility 98
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARAWANG Jarak.Media Id – Pemerintah Kabupaten berencara akan membangun Underpas untuk kelancaran lalu lintas sekaligus menanggapi insiden kecelakaan maut yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, akan segera membuat usulan pembangunan underpass atau jalan layang bawah di enam titik perlintasan kereta api yang dianggap rawan kecelakaan dan kemacetan dan memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah agar peristiwa naas serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Bupati menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap sejumlah titik perlintasan yang membutuhkan penanganan serius. Enam kawasan yang masuk dalam usulan prioritas tersebut meliputi Tanjungpura, Tuparev, Johar, Kosambi, Pancawati, dan Cikampak.
“Yang terpenting bagi kami adalah keselamatan masyarakat. Kami berharap hadirnya solusi nyata agar perlintasan ini tidak lagi menjadi sumber bahaya,” tegasnya, Kamis (30/4/2026).
Upaya ini merupakan langkah preventif yang bertujuan menekan risiko kecelakaan, sekaligus meningkatkan standar keselamatan bagi pengguna jalan dan transportasi kereta api dengan harapan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersedia turun tangan melakukan intervensi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden terkait peningkatan kualitas dan keselamatan sistem transportasi nasional.” ungkapnya
Untuk mempercepat proses, Bupati telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang untuk segera menyusun daftar prioritas beserta skema pembiayaannya.
Dari keenam lokasi tersebut, ruas yang membentang dari Tuparev hingga Kosambi ditetapkan sebagai prioritas utama untuk segera ditangani.
“Meski menyadari adanya keterbatasan anggaran di tingkat daerah, seluruh usulan ini tetap akan kami sampaikan secara lengkap kepada Pemerintah Pusat agar dapat segera direalisasikan demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Dalam konsep penanganannya, Bupati Aep menegaskan kecenderungannya pada pembangunan underpass dibandingkan flyover.
Menurutnya, selain dinilai lebih efisien dari sisi biaya, pembangunan underpass juga dianggap memiliki dampak visual yang lebih minimalis dan estetis, sehingga tidak mengubah karakter serta pemandangan kawasan sekitar secara signifikan.***
Editor : Syarip Hidayat
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar