353 Kepsek SD SMP Dikocek, Bupati AepTegaskan Tidak Ada Lagi Istilah Jual Beli Jabatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARAWANG JarakMedia.Id | Bupati Karawang melakukan mutasi dan rotasi (mengocek) 353 kepala sekolah tingkat SD dan SMP merupakan . proses panjang penataan birokrasi pendidikan berbasis potensi dan kompetensi.karena jabatan kepala sekolah bukan ruang nyaman, melainkan posisi strategis yang harus diisi oleh figur yang tepat.” Kata Aep Syaepuloh dihalaman SMPN 2 Teluk.Jambe Timur Kamis (2/3/26)
Menurut Bupati rotasi dan mutasi adalah keniscayaan dalam birokrasi. Namun, ia memberi penekanan kuat pada aspek yang kerap menjadi sorotan publik “Kami pastikan mutasi dilakukan secara bersih tanpa pungutan apa pun, serta tidak ada praktik jual beli jabatan ” tidak jual beli jabatan ” tegasnya
Aep Juga mengingatkan bahwa jabatan bukanlah hak individu, melainkan amanah publik. Dengan jumlah ASN terbesar berada di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan diibaratkan sebagai “kapal besar” yang membutuhkan kepemimpinan berintegritas tinggi.
Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, di mana sektor pendidikan menjadi fondasi utama. Kepala sekolah, dalam konteks ini, bukan sekadar administrator, tetapi aktor kunci dalam mencetak generasi masa depan.” Ujar Bupati
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan, menyebut rotasi ini sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan kompetensi dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Penempatan dilakukan secara objektif dan transparan, agar kualitas pendidikan meningkat merata,para kepseknyang baru dilantik agar senantiasa beradaptasi di lingkungan baru, kesinambungan program sekolah, hingga potensi resistensi internal menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Tanpa pengawalan yang konsisten, rotasi berisiko berhenti sebagai formalitas tanpa dampak signifikan.” Tegasnya
Ia juga menambahkan kebijakan mutasi harua menjadi instrumen perbaikan kualitas pendidikan, jangan sekadar pergeseran posisi tanpa perubahan substans, langkah ini menjadi salah satu manuver paling signifikan dalam tata kelola pendidikan di Karawang ” punglas Wawan ***pn/ sz
Editor : Syarip Hidayat
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar