46 Warga Alami Mual dan Muntah Usai Konsumsi MBG, Satgas BGN Karawang Tutup Operasional SPPG TelagaMulya 2
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 83
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARAWANG JarakMedia.Id | Operasional dapur SPPG Telagamulya 2 .Desa.Cariumulya Kecamatan Telagasari.kabupate Karawang dihentikan sementara menyusul laporan 46 warga yang mengalami gejala diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan penghentian ini dilakukan untuk memberi ruang pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur tersebut. Kejadian ini sempat memicu kepanikan, terutama di kalangan penerima manfaat MBG untuk pemenuhan gizi harian, mereka mengalami mual, pusing, muntah, dan lemas tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, sabtu (18/4/26) mengatakan bahwa keputusan penutupan sementara merujuk pada surat dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.
“Sudah ada surat dari BGN pusat terkait pemberhentian sementara operasional SPPG tersebut,” jelas nya
Menurutnya durasi penutupan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil evaluasi terhadap SOP, kapasitas sumber daya manusia, serta mekanisme penyaluran makanan “Kemarin tim kesehatan investigasi dengan Tim BGN. Camat Telagasari juga sudah fasilitasi masyarakat untuk penganganan di Yankes. Pihak Koordinator BGN segera membuat laporan investigasi ke BGN Pusat sebagai bahan tindaklanjut sanksi ke SPPG,” ungkapnya
Kabar terbaru bahwa instruksi dari pusat telah turun. Berdasarkan hasil temuan dan laporan yang dikirimkan, BGN Pusat telah menerbitkan surat keputusan resmi.
“Sudah keluar surat BGN Pusat terkait pemberhentian sementara operasional SPPG nya kang. Dengan terus melakukan evaluasi standar operasional, kapasitas SDM dan mekanisme penyaluran, Keputusan ini diambil demi memastikan keamanan dan kualitas program ke depannya. Pemgelola SPPG agar lebih hati hati dan meningkatkan kewaspadaan serta kedisiplinan dalam setiap proses pengolahan makanan serta menjaga standar kebersihan dan kualitas bahan baku. Karena Kesehatan penerima manfaat adalah tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan penuh integritas agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” pungkas .Ridwan Salam.***sz
Editor. : Syarip.Hidayat
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar