Bupati Karawang Selamatkan 8 Warga Rengasdengklok Korban Perbudakan di OKI Sumsel
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 211
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARAWANG JarakMedia Id – Bupati Karawang Aep Syaepyloh telah menyelamatka Delapan warga Rengasdengklok Karawang yang menjadi korban perbudakan modern di Ogan Kemering Ilir (OKI),untuk dipekerjakan di perkebunan namun upahnya tidak sesuai dengan perjanjian kerja .
Kedelapan korban perbudakan berangkat ke OKI Sumatra Selatan dengan harapan dapat penghasilan besar namun faktanya mereka dipekerjakan secara tidak manusiawi di perkebunan tebu diduga kuat perbudakan ini merupakan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus penyaluran tenaga kerja.
Awalnya mereka tergiur tawaran mandor asal Lampung untuk bekerja di sebuah perkebunan tebu di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). dan dijanjikan dapat upah harian sebesar Rp420.000, jaminan makan tiga kali sehari, hingga fasilitas kopi gratis selama bekerja. Namun kenyataannya tidak seperti yang dijanjikan sebelumnya mereka dikerjakan dengan sistim borongan ” kata Dede Erwin salah seorang korban perbudakan
Ia juga menjelaskan bahwa kerjanya di OKI memotong kayu tebu upahnya nya tidak sesuai yang dijajikan mandor sehingga makan minum mereka ngutang di warung sehingga terjebak utang di warung setempat
“Banyak potongan yang tidak masuk akal. Kami bahkan harus berutang sampai jutaan rupiah hanya untuk makan sehari-hari sehingga kami memcari bantuan agat bisa keluar dari OKI .alhamdulilah setelah koordinasi dengan Pemerintah Desa Rengasdengklok Utara, Dinas Sosial, dan aparat terkait, proses pemulangan langsung dilakukan. ” ungkap Dede
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh dikantornya Kamis (7/5/26) menegaskan bahwa pola yang dialami warga tersebut sangat mirip dengan praktik perbudakan modern.
“Ini adalah peringatan keras bagi kita semua agar tidak mudah tergiur iming-iming gaji besar tanpa kejelasan kontrak kerja. Kami tidak tinggal diam; selain memulangkan mereka, Pemkab juga sedang menyiapkan solusi lapangan pekerjaan di Karawang agar bapak-bapak ini bisa menghidupi keluarga dengan cara yang aman dan layak,” pungkas Bupati Aep.***jM
Editor : Syarip Hidayat
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar